Sabtu, 14 April 2012

Penyakit pada hewan peliharaan

Diposting oleh Unknown di 06.32




 Kucing dapat menjadi sahabat yang baik, karena mereka relatif lebih mudah dipelihara dan memberikan kesenangan seumur hidup.
Tetapi kesenangan itu, menjadi musnah jika hewan yang satu ini terserang penyakit. Berikut ini, ada beberapa  jenis penyakit yang dapat menyerang kucing kesayangan Anda.

Rabies, adalah penyakit yang paling serius, kecuali di Australia dan Inggris. Sebab di kedua negeri tersebut, pengendalian serta vaksinasi kucing tertata dan teratur secara ketat.

Toxoplasmosis. Merupakan mitos yang sering kita dengar saat perempuan hamil yang tak boleh berdekatan dengan kucing. Penyebab tepatnya bukanlah di bulunya, namun dari kotoran kucing yang memang bisa jadi menempel pada bulunya yang rontok.
Karena itu, sering-seringlah bersihkan kucing Anda dan segera buang kotorannya sebelum mengering, atau tutup dengan pasir kucing yang mengandung anti bakteri.

Ringworm atau Tinea. Ini adalah sebuah penyakit kulit yang bisa menular melalui sentuhan dan bulu kucing yang bisa berfungsi sebagai pembawa.

Flea atau kutu. Kutu kucing atau Ctenocephalides felis, bisa saja menggigit kulit manusia meskipun tidak menginfeksi apa-apa, namun bisa terjadi gigitan kutu tersebut menimbulkan luka.
Bedak kucing yang dijual sudah cukup sebagai tindakan pencegahan, selain tentunya sebagai salah satu cara memelihara kucing dengan baik.

Gigitan dan cakaran. Ludah kucing bisa mengandung bakteri berbahaya bagi tubuh kita, begitu pula cakarannya. Antiseptic seharusnya sudah cukup, dan jarang terjadi luka gigitan atau cakaran menyebabkan demam. Jika terjadi demam, segera hubungi dokter Anda dan semoga bukan gejala rabies.

Flu Kucing (Cat Flu). Penyakit flu sering terjadi pada kucing, terutama pada kucing yang belum divaksinasi dan mudah sekali menular kepada kucing lain. Penyakit ini jarang menyebabkan kematian pada kucing dewasa tetapi dapat berakibat fatal bila menyerang anak kucing. Oleh karena itu, pencegahan dengan vaksinasi rutin merupakan tindakan terbaik.

Anoreksia. Ini merupakan istilah umum untuk hewan kurang nafsu makan atau tidak mau makan. Kebalikannya adalah polyghagia, yaitu memilki nafsu makan berlebihan. Pada hewan kecil seperti kucing anoreksia disebabkan oleh beberapa faktor ekternal. Semisal saat pergantian pakan, menu tidak cocok, rasa cemas, dan ketakutan, serta  depresi.

Cacingan. Parasit menginfeksi tubuh bisa melalui cara dan kebiasaannya makan. Salah satunya parasit cacing. Cacing (bisa berupa telur atau larva) juga dapat masuk lewat penetrasi kulit dan gigitan serangga.
Cacing akan berkemang biak dan mengakibatkan infeksi parah. Gejala umum terinfeksi cacing, antara lain lesu, pucat, mata berair sampai belekan, kurus, nafsu makan turun, bulu rontok dan kusam.
Yang tidak menunjukan gejala itu belum tentu bebas terinfeksi cacing. Untuk memastikannya, perlu pemeriksaan oleh dokter hewan. Minimal melalui pengambilan sampel kotoran dan pengamatan dibawah mikroskop.

Keracunan, sering tidak terduga. Ada serentetan gejala harus diwaspadai. Nafas terengah-engah, muntah, diare berat (lebih dari 2-3 kali dalam 1 jam), mata selalu berair, shock, depresi, gemetar, tidak terkoordinasi, sempoyongan, kejang koma dan reaksi alergi. 
Berikan penawar sebelum ke dokter hewan. Beberapa bahan bisa digunakan untuk merangsang muntah, diantaranya satu kristal soda pencuci (natrium bikarbonat), satu sendok teh penuh garam meja yang dilarutkan dalam sedikit air hangat, dan satu sendok makan bubuk mustard dalam secangkir air hangat.

Tumor, baik di usus halus maupun usus besar. Ketujuh, Keracunan, baik yang ditimbulkan racun kimiawi maupun organik. Kedelapan, Pergantian makanan secara mendadak (tidak secara bertahap).

0 komentar:

Posting Komentar

 

CocoQuiin’s Blog Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting